Tim in-house cocok kalau perusahaan butuh respons real-time setiap hari dan siap membangun beberapa peran sekaligus; agency cocok kalau Anda butuh banyak keahlian (strategi, desain, video, iklan) yang bisa langsung jalan tanpa merekrut satu per satu. Sebagian klien kami memakai model gabungan: satu koordinator internal yang memegang arah brand, dan agency yang mengerjakan produksi.
Artikel ini membandingkan keduanya dari tiga sisi yang paling sering ditanyakan klien kami: biaya total, waktu sampai konten berjalan, dan kendali atas hasil. Kalau yang Anda cari khusus rincian harga jasa agency, kami sudah membahasnya di artikel biaya jasa kelola sosial media.
Apa bedanya tim in-house dan agency sosial media?
Tim in-house adalah karyawan perusahaan Anda sendiri yang mengurus akun sosial media: menyusun rencana, membuat konten, memposting, dan membalas komentar. Mereka bekerja penuh untuk satu brand.
Agency sosial media adalah tim di luar perusahaan yang dikontrak untuk ruang lingkup tertentu, misalnya sekian feed dan video per bulan, plus laporan. Satu agency biasanya punya strategist, copywriter, desainer, videografer, dan spesialis iklan dalam satu tim.
Perbedaannya bukan soal mana yang lebih "profesional". Keduanya bisa bagus atau buruk. Bedanya ada pada siapa yang menanggung beban rekrutmen, pengelolaan, dan ragam keahlian.
Berapa biaya sebenarnya untuk satu karyawan sosial media?
Banyak perusahaan membandingkan fee agency dengan gaji satu orang. Perbandingan ini kurang adil, karena biaya karyawan tidak berhenti di gaji.
Sebagai titik awal, Glassdoor mencatat median total gaji Social Media Specialist di Jakarta sekitar Rp6,9 juta per bulan, dengan rentang Rp5,2 juta sampai Rp19 juta (data laporan mandiri dari 50 gaji, dibaca Oktober 2026). Di atas gaji, perusahaan wajib menanggung beberapa komponen:
- BPJS Ketenagakerjaan bagian pemberi kerja: JHT 3,7%, Jaminan Pensiun 2%, JKK 0,24% sampai 1,74% sesuai tingkat risiko, dan JKM 0,3% dari upah.
- BPJS Kesehatan bagian pemberi kerja: 4% dari upah (pekerja membayar 1%), sesuai Perpres No. 64 Tahun 2020.
- THR sesuai Permenaker No. 6 Tahun 2016: wajib bagi pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan, sebesar satu bulan upah untuk masa kerja 12 bulan atau lebih.
Contoh hitungan sederhana untuk satu orang bergaji Rp6,9 juta di pekerjaan berisiko rendah:
| Komponen | Per bulan (perkiraan) |
|---|---|
| Gaji | Rp6.900.000 |
| Iuran BPJS bagian perusahaan (6,24% + 4%) | ± Rp707.000 |
| THR dibagi 12 bulan | ± Rp575.000 |
| Total sebelum peralatan & software | ± Rp8,2 juta |
Angka ini belum termasuk laptop, kamera atau HP untuk syuting, langganan software desain dan editing, biaya rekrutmen, serta waktu atasan untuk membimbing. Hitungan ini hanya ilustrasi; angka resmi untuk perusahaan Anda sebaiknya dicek bersama tim HR atau konsultan ketenagakerjaan.
Yang lebih penting: satu orang jarang menguasai strategi, copywriting, desain, video, dan iklan sekaligus. Kalau Anda butuh semua peran itu, biaya in-house bertambah per orang. Di halaman utama kami, kami memperkirakan tim lengkap bisa mencapai sekitar Rp15 juta per bulan. Sebagai pembanding, paket awal jasa kelola sosial media Kaff dimulai dari Rp5 juta per bulan untuk 12 feed dan 8 Reels/TikTok, termasuk copywriting, posting, dan laporan. Agency tidak selalu lebih murah, tetapi biayanya lebih mudah diprediksi karena terikat pada ruang lingkup.
Berapa lama sampai konten mulai berjalan?
Merekrut butuh waktu. Laporan Recruiting Benchmarking SHRM 2025 mencatat median waktu pengisian posisi non-eksekutif sekitar 39 hari kalender. Itu baru sampai orangnya diterima, belum termasuk masa kenalan dengan brand, menyusun pedoman visual, dan mencari ritme kerja. SHRM adalah asosiasi HR yang berbasis di Amerika Serikat, jadi anggap angka ini sebagai gambaran, bukan patokan untuk Jakarta.
Agency biasanya bisa mulai lebih cepat karena timnya sudah ada. Di Kaff, alurnya kurang lebih seperti ini:
1. Brief dan audit akun
Kami mempelajari tujuan bisnis, audiens, dan kondisi akun saat ini, lalu melihat apa yang sudah dan belum berjalan.
2. Strategi dan content pillar
Dari audit, kami menyusun content pillar dan kalender konten bulan pertama.
3. Review dan persetujuan
Kalender dan materi konten dikirim ke klien untuk direview. Konten baru diposting setelah klien menyetujuinya.
4. Produksi, posting, dan laporan
Setelah disetujui, tim memproduksi dan memposting sesuai jadwal, lalu mengirim laporan dan evaluasi bulanan.
Satu hal yang sering terlupa: kalau karyawan sosial media Anda resign, prosesnya mulai lagi dari rekrutmen. Dengan agency, pergantian orang di dalam tim menjadi urusan agency, bukan Anda.
Perbandingan in-house vs agency
| Aspek | Tim in-house | Agency sosial media |
|---|---|---|
| Biaya | Gaji + iuran wajib + THR + alat, bertambah per peran | Fee bulanan sesuai ruang lingkup; iklan & KOL biasanya terpisah |
| Waktu mulai | Menunggu rekrutmen dan adaptasi | Tim sudah ada, mulai setelah brief dan persetujuan |
| Ragam keahlian | Terbatas pada orang yang direkrut | Strategist, desainer, videografer, iklan dalam satu tim |
| Kedekatan dengan brand | Sangat dekat, paham budaya internal | Perlu brief dan komunikasi rutin |
| Respons harian | Bisa real-time di jam kerja | Sesuai paket dan jam layanan yang disepakati |
| Risiko pergantian orang | Ditanggung perusahaan | Ditanggung agency |
| Kendali | Langsung, harian | Lewat kalender, persetujuan, dan laporan |
Kapan sebaiknya memilih in-house, agency, atau gabungan?
Pilih in-house kalau volume konten Anda sangat tinggi setiap hari, brand butuh respons instan (misalnya layanan pelanggan lewat DM), atau informasi produk sangat sensitif dan sering berubah. Pastikan Anda siap merekrut lebih dari satu peran dan punya orang yang mengarahkan mereka.
Pilih agency kalau Anda butuh konten yang konsisten dengan kualitas produksi yang baik, ingin mulai cepat, dan tidak ingin mengelola banyak peran sendiri. Ini juga cocok kalau Anda ingin menguji strategi sosial media dulu sebelum memutuskan membangun tim.
Pilih model gabungan kalau Anda ingin kendali internal tetap kuat. Salah satu pola yang kami jalankan bersama klien: satu orang internal (biasanya dari tim marketing) menjadi penghubung yang memberi brief, menyetujui konten, dan menjawab pertanyaan produk, sementara agency mengerjakan strategi, produksi, dan laporan. Kalau tim internal Anda ingin meningkatkan kemampuan, corporate training digital marketing bisa menjadi pelengkap.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah agency selalu lebih murah daripada tim in-house?
Tidak selalu. Kalau Anda hanya butuh satu orang untuk memposting konten yang sudah jadi, karyawan bisa lebih hemat. Agency biasanya lebih efisien saat Anda butuh beberapa keahlian sekaligus, seperti strategi, desain, video, dan iklan.
Apa saja biaya tim in-house selain gaji?
Di Indonesia, perusahaan wajib menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagian pemberi kerja serta THR. Tambahkan juga biaya peralatan, software, rekrutmen, dan waktu manajer untuk membimbing.
Bisakah memakai agency sekaligus punya tim internal?
Bisa. Tim internal memegang arah brand dan persetujuan, sedangkan agency mengerjakan produksi dan pelaporan. Kuncinya, tetapkan sejak awal siapa yang memberi brief dan siapa yang menyetujui konten.
Siapa pemilik akun dan aset kalau memakai agency?
Sebaiknya perusahaan Anda. Pastikan akun sosial media, file desain, dan video tetap atas nama perusahaan, dan tanyakan proses serah terima kalau kerja sama berakhir.
Kesimpulan
Pilihan in-house atau agency bukan soal mana yang lebih baik, tetapi mana yang sesuai dengan kebutuhan, budget, dan kapasitas Anda mengelola tim. Hitung biaya total, bukan hanya gaji; perhitungkan waktu rekrutmen; dan tentukan seberapa banyak kendali harian yang benar-benar Anda butuhkan.
Kalau Anda sedang menimbang dua pilihan ini, pelajari dulu ruang lingkup layanan jasa kelola sosial media Kaff Agency, lalu diskusikan kebutuhan tim Anda dengan kami lewat WhatsApp.
Sumber:
- Glassdoor: Gaji Social Media Specialist di Jakarta
- CNN Indonesia: Rincian persentase iuran BPJS Ketenagakerjaan
- Talenta: Iuran BPJS Kesehatan pekerja penerima upah (Perpres No. 64 Tahun 2020)
- Sekretariat Kabinet RI: Pekerja dengan masa kerja 1 bulan berhak THR (Permenaker No. 6 Tahun 2016)
- SHRM: 2025 Recruiting Benchmarking
- Pricelist resmi Kaff Agency (Oktober 2026, ditampilkan di AI Campaign Builder) dan estimasi biaya tim in-house di halaman utama kaffagency.com



